...

"Jadilah Cahaya,Kawan.Bukan di tempat yang terang,namun di dalam kelam.Jangan banyak Berharap,Kawan.Jadilah Harapan..."

Minggu, 08 Februari 2009

Aku punya Lencana

Profil Facebook Achmad Zam Zam Aghazy

Minggu, 01 Februari 2009

Mati dan Hidup itu Dekat

Kawan,

Aku tidak ingin terdengar cengeng,banyak hal di dunia ini yang sangat indah.Lemari ukiran kayu jati dari Jogja,tundra yang menghampar di lereng Alpen bagai permadani Tunisia,nokia 5310 Expressmusic karya Finlandia,gugusan bintang yang terhambur di angkasa,kelembutan sutra daratan cina dan banyak lagi.

Aku kagum,kagum akan dunia yang kaya,kagum akan Allah yang tak pernah berhenti berkarya,sungguh kawan.Pernahkah kau jatuh cinta akan sesuatu,seperti mawar yang merekah,seperti pedesaan di tepi rimba pegunungan yang penuh embun.Ya,seperti itulah perasaanku akan dunia yang dirakit penuh teliti oleh Allah ini.

Aku tahu dengan sangat,indah saat ini tak mungkin kurasakan selamanya.Suatu saat nanti,pasti datang detik,dimana semesta berhenti untuk ku,lalu aku akan melayang di alam yang tak pernah kukenal sebelumnya,kematian.

Belum siap,tak akan pernah siap.Tapi aku harus siap,aku berjanji demi jantung dan hatiku,tak akan kubiarkan,waktuku di keindahan ini sia-sia.Aku akan mengalir bersama air,berhembus bersama angin,berputar bersama bumi,dan membara bersama api,bersinar bagai surya yang cahayanya tumpah ruah di setiap sudut dunia.Aku memang pasti akan hilang,pasti mengalami perasaan bukan apapun dan tak ada dimanapun,tapi sebelum itu terjadi,akan kuukir nama ku di rekahan atmosfir dan litosfer dunia,kenangan.

Sabtu, 31 Januari 2009

Si Bocah Menteng,Tak Lupa Indonesia

Barrack Hussaein Obama,Mr.President of United States of America,Bocah Menteng yang sekarang menjadi pemegang negara Adikuasa di Bumi,ternyata tak lupa akan Indonesia.Ya,puluhan tahun yang lalu,tepatnya ketika ia masih di bangku SD,Obama adalah Anak Menteng,Menteng Dalem tepatnya.

Walau sudah melalui jutaan jam dan milyaran detik,Obama tak lupa akan Indonesia,bahkan ia masih mampu berbahasa Indonesia dengan sangat fasih.Hal ini dibuktikan oleh kejadian fantastis di dalam gedung Departemen Luar Negeri Amerika.


Rabu, 28 Januari 2009

Kreasi Seni Pemuda


Sejumlah mahasiswa jurusan desain grafis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkreasi melalui kaus oblong. Karya mereka kemarin dipajang di Garlick Store, Jalan Bawean. Sebanyak 80 kaus oblong dipamerkan dalam acara bertajuk T-Shirt Empat Kota Cotton 100 Persen itu. Sesuai tema, peserta wajib memanfaatkan kaus berbahan katun. ''Boleh warna apa saja. Mau putih, hitam, atau kuning, terserah. Yang penting kreativitasnya,'' ujar Evan Permana, salah seorang panitia. Desainnya juga bebas. Dan kebebasan itulah yang terlihat kemarin. Ada peserta yang berkarya lewat sablon, lukisan, atau jahitan. ''Namanya bentuk ekspresi, jadi harus dibebaskan,'' lanjut Evan, mahasiswa semester tujuh Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) itu. Namun, dia menambahkan, orisinalitas tetap diutamakan. Bukan hanya cara yang beragam. Tema kaus juga variatif. Ada yang menyoroti terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat, ada yang memilih tema narkoba. Salah satunya adalah kaus ungu milik Eka Celeng. Kaus bertulisan Kill Her itu dibuat dari pembungkus buah pir yang diberi warna. Bukan hanya itu, dia juga memanfaatkan kain perca yang dijahit tangan sebagai ornamen tambahan pada kaus mahasiswa asal Solo tersebut. Kaus putih karya Andy Tidjels, mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), terlihat sederhana. Hanya ada tulisan di bagian kanan kaus. Bunyinya, Rha Rha Rha Super Maximum Respect Obama President of USA, from Menteng Indonesia. Memang, Andy nge-fans pada presiden ke-44 AS tersebut. Menurut Evan, Andy memperbanyak T-shirt itu saat musim kampanye Obama. Dan ternyata, kaus tersebut laris. Pameran itu sebelumnya diadakan di Solo. Surabaya adalah kota kedua yang menjadi tuan rumah. Di metropolis, pameran tersebut dihelat oleh Komunitas Endjoy 2005 dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS. Pameran akan digelar hingga 31 Januari mendatang. Setelah Surabaya, giliran Jakarta dan Jogjakarta.

Selasa, 27 Januari 2009

Ada Cincin di Matahari

"Tuhan memberikan karunia fenomena astronomi yang jarang terjadi bagi sebagian warga Indonesia kemarin sore (26/1). Saat menikmati hari libur tahun baru Imlek, masyarakat disuguhi bonus istimewa yang tidak akan muncul setiap saat, yakni gerhana matahari cincin.",itu adalah kutipan kata-kata halaman utama Jawa Pos pagi ini.
Ya,kemarin,Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus.Bulan menutupi cahaya perkasa sang mentari saat itu,hingga Bumi mendapati Mentari dalam keadaan "bolong",layaknya cincin.

Gerhana Matahari Cincin,kata mereka.Aku sangat suka dengan feomena alam semacam ini,tak terelakan.Hal ini,dalam fantasiku,adalah berkumpulnya tiga sahabat,saling menyapa walau sejenak.Tak ada anarkisme,ramah dan tentunya memuntahkan keindahan yang mendalam,sangat dalam bagi umat manusia.

Senin, 26 Januari 2009

Ini Tulisan untuk Anda

Budaya menulis adalah indah,walau tak semua orang dapat memahami keindahannya.Menulis dapat dilakukan dimana saja,kapan saja,dan tentang apa saja.Saya suka menulis,terutama tentang apa yang telah saya perhatikan dari kehidupan.Banyak hal,mulai dari anak-anak jalanan penjaja koran,rumitnya kemelut politik lokal dan internasional,sampai suara katak yang membahana di kala rintik hujan menerpa dunia.

Kertas,itulah senjata yang selalu saya pakai ketika perang pikiran berlangsung di imaji saya.Menyenangkan,namun,bentuk dari tulisan saya sangat rumit.Dengan huruf-huruf yang miring,saling menyambung dan kecil-kecil,tulisan saya (berat sekali mengatakannya) tidak terbaca..

Saya jadi putus harapan,bagai seorang tukang becak yang mendambakan becaknya dapat terbang menembus awan dan rembulan,gila.Mana mungkin menulis dengan tulisan yang (berat sekali) jelek? Ada banyak alternatif yang terbang melayang-layang di pikiran saya,salah satunya,mengetik di komputer.

Ah,tidak efisien,itulah batu pesimistis saya yang pertama.Saat itu,saya berpikir,jika saya menulis di komputer,tentunya,saya harus melakukan penebangan pohon secara tidak langsung.Kawan,ketika kita ingin membaca sebuah tulisan di komputer,dan ingin pula orang lain membacanya (bentuk apresiasi bagi saya),kita harus melakukan sutu proses radikal tak tahu aturan,yang biasa disebut nge-print (he..he..he).Print adalah pemborosan,kita butuh tinta,kita butuh kertas (kertas adalah bentuk lanjutan setelah pengolahan kayu),kita juga butuh energi listrik yang besar.Ah,bukan ide yang baik.

Saya terus berpikir,sampai putih rambut ini,sampai mati rasa otak ini.Sampai suatu ketika,saya iseng membuka FS salah seorang teman saya.Disana ada tulisan,
"visit my blog-*******".

Wow,blog.Kemana saja saya selama ini,seperti baru keluar dari isolasi penyakit kejiwaan.Di blog,saya bisa menulis,dan dapat dibaca oleh orang lain tentunya,juga tidak memerlukan penebangan pohon.Dan saat itu,meledaklah otak saya,menjadi kelopak-kelopak melati mewangi yang satu persatu berguguran,memenuhi hati dan fantasi,sangat menyenangkan.Saya akan buat Blog !

Jiwa Ku

Jiwa Ku
"Kelas tempatku meneliti hidup,berkelana dalam hening,dan keceriaan,"