...

"Jadilah Cahaya,Kawan.Bukan di tempat yang terang,namun di dalam kelam.Jangan banyak Berharap,Kawan.Jadilah Harapan..."

Senin, 26 Januari 2009

Ini Tulisan untuk Anda

Budaya menulis adalah indah,walau tak semua orang dapat memahami keindahannya.Menulis dapat dilakukan dimana saja,kapan saja,dan tentang apa saja.Saya suka menulis,terutama tentang apa yang telah saya perhatikan dari kehidupan.Banyak hal,mulai dari anak-anak jalanan penjaja koran,rumitnya kemelut politik lokal dan internasional,sampai suara katak yang membahana di kala rintik hujan menerpa dunia.

Kertas,itulah senjata yang selalu saya pakai ketika perang pikiran berlangsung di imaji saya.Menyenangkan,namun,bentuk dari tulisan saya sangat rumit.Dengan huruf-huruf yang miring,saling menyambung dan kecil-kecil,tulisan saya (berat sekali mengatakannya) tidak terbaca..

Saya jadi putus harapan,bagai seorang tukang becak yang mendambakan becaknya dapat terbang menembus awan dan rembulan,gila.Mana mungkin menulis dengan tulisan yang (berat sekali) jelek? Ada banyak alternatif yang terbang melayang-layang di pikiran saya,salah satunya,mengetik di komputer.

Ah,tidak efisien,itulah batu pesimistis saya yang pertama.Saat itu,saya berpikir,jika saya menulis di komputer,tentunya,saya harus melakukan penebangan pohon secara tidak langsung.Kawan,ketika kita ingin membaca sebuah tulisan di komputer,dan ingin pula orang lain membacanya (bentuk apresiasi bagi saya),kita harus melakukan sutu proses radikal tak tahu aturan,yang biasa disebut nge-print (he..he..he).Print adalah pemborosan,kita butuh tinta,kita butuh kertas (kertas adalah bentuk lanjutan setelah pengolahan kayu),kita juga butuh energi listrik yang besar.Ah,bukan ide yang baik.

Saya terus berpikir,sampai putih rambut ini,sampai mati rasa otak ini.Sampai suatu ketika,saya iseng membuka FS salah seorang teman saya.Disana ada tulisan,
"visit my blog-*******".

Wow,blog.Kemana saja saya selama ini,seperti baru keluar dari isolasi penyakit kejiwaan.Di blog,saya bisa menulis,dan dapat dibaca oleh orang lain tentunya,juga tidak memerlukan penebangan pohon.Dan saat itu,meledaklah otak saya,menjadi kelopak-kelopak melati mewangi yang satu persatu berguguran,memenuhi hati dan fantasi,sangat menyenangkan.Saya akan buat Blog !

Jiwa Ku

Jiwa Ku
"Kelas tempatku meneliti hidup,berkelana dalam hening,dan keceriaan,"